Rabu, 15 April 2015

SISTEM GETAH BENING LIMFATIK


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam tubuh setiap mahluk hidup terjadi suatu sistem sirkulasi. Sistem Sirkulasi atau nama lainnya adalah sistem peredaran darah sangat berfungsi dan mempunyai peran penting dalam kehidupan individunya. Khususnya pada manusia, keadaan sistem sirkulasi-nya mempengaruhi keadaan fisik dan mental seseorang. Karena dengan sistem pereadaran darah, asupan gizi dan energi yang di dapat oleh manusia bisa dialirkan ke seluruh tubuh untuk menggerakan anggota tubuh. Selain itu juga, dalam sistem sirkulasi inilah paru-paru manusia dapat menerima oksigen.
Pada darah yang disimpan di luar tubuh (dalam botol/kantong plastik), dimana kondisinya sangat berbeda dengan kondisi dalam tubuh, dan keseimbangan alamiah tidak ada, maka tentunya akan terjadi perubahan-perubahan dalam berbagai hal, termasuk perubahan-perubahan dalam metabolisme darah tersebut.dalam darah ini sebenrnya banyak sekali komponen-komponen yang menyusun dan yang sangat berfungsi dari elemen-elemen itu tanpa kita sadari dari fungsi-fungsi elemen itu. Sehingga banyak sekali gangguan yang ada sekitar lingkup darah ini yang harus kita jaga benar dan pahami. Darah juga merupakan elemen yang paling penting bagi tubuh kita, tanpa darah kita tidak bisa melakukan apa-apa. Jadi bisa di artikan tanpa darah kita tidak ada artinya.










1.2  Rumusan Masalah
a.       Apa fungsi darah secara umum?
b.      Apakah yang dimaksud dengan sistem getah bening (limfatik)?
c.       Apa saja bagian bagian dari sistem limfatik ?
d.      Bagaimanakah sistem limfatik itu?
e.       Apa itu metabolisme darah ?

1.3  Tujuan
a.       Untuk mengetahui fungsi dari darah secara umum.
b.      Untuk dapat mengetahui maksud dari sistem limfatik (getah bening) itu sendiri.
c.       Untuk dapat mengetahui sistem dari pada limfatik itu sendiri.
d.      Untuk mengetahui sistem metabolisme darah.













BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Fungsi Umum Darah
            Terdapat banyak fungsi yang ada pada darah yang bisa kita ketahui dan didapatkan, beberapa fungsi darah secara umum dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.       Alat transportasi makanan, yang diserap dari saluran cerna dan diedarkan ke seluruh tubuh.
b.      Alat transportasi oksigen (O2), yang diambil dari paru-paru atau insang dibawa ke seluruh tubuh.
c.       Alat transportasi bahan buangan dari jaringan ke alat-alat ekskresi seperti paru-paru (gas), ginjal dan kulit (bahan terlarut dalam air) serta hari untuk diteruskan ke empedu dalam saluran cerna sebagai tinja (untuk bahan yang kurang larut dalam air).
d.      Alat transportasi alat jaringan dari bahan-bahan yang diperlukan oleh suatu jaringan yang dibuat oleh jaringan lain.
e.       Mempertimbangkan keseimbangan dinamis (homeostatis) dalam tubuh, termasuk didalamnya adalah mempertahankan suhu tubuh, mengatur keseimbangan distribusi air dan mempertahankan keseimbangan asam basa sehingga ph darah dan cairan tubuh tetap dalam keadaan yang seharusnya.
f.       Mempertahankan tubuh dari agresi benda atau senyawa asing yang umumnya selalu dianggap mempunyai potensi menimbulkan ancaman. Atau bisa diartikan bahwa funsi darah adalah sebagai sarana transportasi, alat homeostatis dan alat pertahanan.
g.      Mengatur distribusi hormon .
h.      Menutup luka.
i.        Mencegah infeksi .

2.2 Pengertian Sistem Limfatik (Getah Bening)
Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya. Cairan ini kemudian dikumpulkan oleh sistem limfa melalui proses difusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi.
Sistem limfa merupakan bagian pelengkap dari sistem imunitas dan berperan penting dalam pertahanan tubuh terhadap penyakit. sistem ini dianggap  juga sebagai sistem pelengkap dari sisitem imunitas tubuh. Tubuh kita memiliki kurang lebih sekitar 600 kelenjar getah bening, namun hanya di daerah submandibular (bagian bawah rahang bawah; sub: bawah;mandibula:rahang bawah), ketiak atau lipat paha yang teraba normal pada orang sehat. Susunan limfe : Mirip plasma, kadar protein lebih kecil, penambahan oleh kelenjar limfe menjadikan kadar limfosit tinggi Komponen sistem yang lain : saluran limfe dan kelenjar limfe (nodus limfe) Bersama organ limpa, hati dan sumsum tulang membentuk Retikulo-Endotelial Sistem (RES)Limpa adalah kelenjar tanpa saluran (ductless) yang berhubungan erat dengan sistem sirkulasi dan berfungsi menghancurkan sel darah merah tua. Limpa termasuk salah satu organ sistem limfoid, selain timus, tonsil, dan kelenjar limfe.

2.3  Bagian-bagian Sistem Limfatik

Di dalam tubuh, selain pembuluh darah juga terdapat pembuluh limfe. Pembuluh ini mengangkut cairan dari jaringan menuju darah. Selain itu, juga mengangkut lemak dan  bahan bahan asing untuk dirombak ke nodus limfe. Pembuluh limfa bermuara di berbagai  jaringan dan peredarannya termasuk sirkulasi terbuka. Di dalam tubuh terdapat dua pembuluh limfe berukuran besar sebagai berikut. :





1.              Ductus Limfaticus Dexter (Pembuluh Limfe Kanan)
 Pembuluh limfe ini mengangkut limfe yang berasal dari kepala, dada sebelah kanan, dan lengan kanan. Pembuluh limfe kanan bermuara pada pembuluh balik di bawah vena subclavia dextra (vena yang melewati tulang selangka sebelah kanan).
2.      Ductus Thoracicus (Pembuluh Limfe Dada)
 Pembuluh ini mengangkut limfe yang berasal dari bagian tubuh lain dan bermuara ke  pembuluh balik di bawah vena subclavia sinestra (vena yang melewati tulang selangka kiri). Pembuluh limfe dada juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh kil atau  pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak yang diserap dari usus. Lemak inilah yang menyebabkan cairan limfe berwarna kuning keputih-putihan. Limfe berasal dari cairan seluruh bagian tubuh. Hal ini memungkinkan di dalam limfe terdapat kuman-kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini perlu difilter oleh pembuluh limfe. Proses ini dilakukan oleh kelenjar limfe. Jadi, bila terdapat kuman pada suatu luka, maka kuman tersebut akan dibinasakan sebelum masuk ke dalam sirkulasi darah.

3.      Nodus limfatik
Nodus limfaticus terdapat di sepanjang jalur pembuluh limfe berupa benda oval atau  bulat yang kecil. Ditemukan berkelompok yang menerima limfe dari bagian tubuh.
            Fungsi utama nodus limfaticus untuk menyaring antigen dari limfe danmenginisiasi respon imun. Timus terletak di mediastinum anterior berupa 2 lobus. Pada bayi dan anak-anak, timus agak besar dan sampai ke mediastinum superior. Timus terus berkembang sampai pubertas mencapai berat 30 -50 gr. Kemudian mengalami regresi dan digantikan oleh jaringan lemak.



4.      Nodul limfatik
Kelompok sel limfatik yang diselubungi oleh matrix extra celluler
Bagian tengah disebut pusat benih (germinal center) yang berisi proliferasi limfosit B dan makrofag. Limfosit T terdapat diluar pusat benih Berfungsi menyaring dan membunuh antigen
5.      Sel limfatik
Tonsil Merupakan kelompok sel limfatik dan matrix extra seluler yang dibungkus oleh capsul jaringan pemyambung, tapi tidak lengkap Terdiri atas: = bagian tengah (germinal center) = Crypti, pinggir yang menonjol Ditemukan dipharyngeal yaitu : = tonsil pharyngeal (adenoid), dibagian posterior naso pharynx = tonsil palatina, posteo lateral cavum oral = tonsil lingualis, sepanjang 1/3 posterior lidah

2.4  Cara kerja Sistem Limfatik 
            Sistem limfatik ( lymphatic system)  atau sistem getah bening membawa cairan dan protein yang hilang kembali ke darah .Cairan memasuki sistem ini dengan cara  berdifusi ke dalam kapiler limfa kecil yang terjalin di antara kapiler-kapiler sistem kardiovaskuler. Apabila sudah  berada dalam sistem limfatik, cairan itu disebut limfa ( lymph ) atau getah bening, komposisinya kira-kira sama dengan komposisi cairan interstisial.
Sistem limfatik mengalirkan isinya ke dalam sistem sirkulasi di dekat  persambungan vena cava dengan atrium kanan. Pembuluh limfa, seperti vena , mempunyai katup yang mencegah aliran balik cairan menuju kapiler. Kontraksi ritmik (berirama) dinding pembuluh tersebut membantu mengalirkan cairan ke dalam kapiler limfatik.
Seperti vena, pembuluh limfa juga sangat bergantung pada pergerakan otot rangka untuk memeras cairan ke arah jantung. Di sepanjang pembuluh limfa terdapat organ yang disebut nodus (simpul) limfa (lymph node) atau nodus getah bening yang menyaring limfa.
 Di dalam nodus limfa terdapat jaringan ikat yang berbentuk seperti sarang lebah denagn ruang-ruang yang penuh dengan sel darah putih. Sel-sel darah putih tersebut berfungsi untuk menyerang virus dan bakteri. Organ-organ limfa diantanya kelenjar getah bening (limfonodus), tonsil, tymus, limpa (  spleen atau lien ) , limfonodulus. System limfeterdiri dari pembuluh limfe, nodus limfatik, organ limfatik, nodul limfatik, sellimfatik.

2.5  Metabolisme Darah
Metabolisme darah adalah ketahan darah dalam membunuh kuman dan menjaga stabilitas tubuh . Komposisi darah dapat diperoreh dengan cara memutar darah dalam suatu tabung dengan kecepatan tinggi. Proses pemutaran darah tersebut disenut dengan sentrifugasi. Dari hasil sentrifugasi, darah akan terpisah menjadi 2 bagian, yaitu bagian bawah yang padat dan bagian atas yang berupa cairan. Cairan pada bagian atas adalah plasma darah (55%), sedangkan bagian bawah terdapat sel-sel darah (45%)
a.      Plasma darah
Plasma darah mengisi sekitar 55%dari total volume darah.salah satu fungsi darah yaitu mengatur osmosis darah di dalam tubuh. Pada manusia, plasma darah di susun atas air (90%) dan bahan-bahan terlarut (10%). Komposisi plasma darah yaitu air, protein (albumin, globulin (alfa, beta, gama), protein penggumpal darah (fibrinogen dan protrombin), garam-garam atau ion-ion (natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida, dan bikarbonat), nutrien (seperti glukosa, asam amino, asam lemah), hormon, karbondiogsida, dan sampah nitrogen.

b.         Sel-sel darah
Terdapat sekitar 45% sel-sel darah di dalam darah. Sel-sel darah tersusun atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit).
1)      Sel darah merah (eritrosis)
Sel darah merah berbentuk piringan pipih yang menyerupai donat. 45% darah tersusun atas sel darah merah yang dihasilkan di sumsum tulang. Dalam setiap 1 cm3 darah terdapat 5,5 juta sel. Jumlah sel darah merah yang diproduksi setiap hari mencapai 200.000 biliun, rata-rata umurnya hanya 120 hari. Semakin tua semakin rapuh, kehilangan bentuk, dan ukurannya menyusut menjadi sepertiga ukuran mula-mula.
Sel darah merah mengandung hemoglobin yang kaya akan zat besi. Warnanya yang merah cerah disebabkan oleh oksigen yang diserap dari paru-paru. Pada saat darah mengalir ke seluruh tubuh, hemoglobin melepaskan oksigen ke sel dan mengikat karbon dioksida.
Sel darah merah yang tua akhirnya akan pecah menjadi partikel-partikel kecil di dalam hati dan limpa. Sebagian besar sel yang tua dihancurkan oleh limpa dan yang lolos dihancurkan oleh hati. Hati menyimpan kandungan zat besi dari hemoglobin yang kemudian diangkut oleh darah ke sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah yang baru. Persediaan sel darah merah di dalam tubuh diperbarui setiap empat bulan sekali.

2)       Sel darah putih (leukosit)
Sel darah putih jauh lebih besar daripada sel darah merah. Jumlahnya dalam setiap 1 cm3 darah adalah 4.000 sampai 10.000 sel. Tidak seperti sel darah merah, sel darah putih memiliki inti (nukleus). Sebagian besar sel darah putih bisa bergerak di dalam aliran darah, membuatnya dapat melaksanakan tugas sebagai sistem ketahanan tubuh.
Sel darah putih adalah bagian dari sistem ketahanan tubuh yang terpenting. Sel darah putih yang terbanyak adalah neutrofil (± 60%). Tugasnya adalah memerangi bakteri pembawa penyakit yang memasuki tubuh. Mula-mula bakteri dikepung, lalu butir-butir di dalam sel segera melepaskan zat kimia untuk menghancurkan dan mencegah bakteri berkembang biak.
Sel darah putih mengandung ± 5% eosinofil. Fungsinya adalah memerangi bakteri, mengatur pelepasan zat kimia saat pertempuran, dan membuang sisa-sisa sel yang rusak.
Basofil, yang menyususn 1% sel darah putih, melepaskan zat untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah di dalam pembuluhnya.
20-30% kandungan sel darah putih adalah limfositTugasnya adalah menghasilkan antibodi, suatu protein yang membantu tubuh memerangi penyakit.
Monosit bertugas mengepung bakteri. Kira-kira ada 5 sampai 10% di dalam sel darah putih.
Tubuh mengatur banyaknya sel darah putih yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan. Jika kita kehilangan darah, tubuh akan segera membentuk sel-sel darah untuk menggantinya. Jika kita mengalami infeksi, maka tubuh akan membentuk lebih banyak sel darah putih untuk memeranginya.
3)       Keping darah (trombosit)
Trombombosit atau keeping darah pembahasan Trombosit merupakan pembahasan Trombosit fragmen-fragmen kecil sel rata-rata diameternya 2-4 mikro meter. Berfungsi penting dalam membantu mekanisme pembekuan darah. Keping-keping darah ini dibentuk di dalam sumsum merah tulang mungkin dengan fragmentasi berbagai sel besar yang dikenal sebagai megakaryosit. Jangka hidupnya antara 5-9 hari. Megakaryosit berkembang dalam sumsum tulang dari sel batang hemasitoblas. Megakaryiosit adalah sel-sel besar dengan diameter mencapai 80 mikro meter, yang dapat pecah menjadi beberapa keeping. Fragmentasi ini akibat dari beberapa invaginasi membrane sel yang memecah sel besar menjadi bagian-bagian kecil. Bila bagian-bagian itu memisah, masing-masing adalah keeping darah baru. Keping darah hanya berumur pendek, kira-kira 10 hari, sebab keeping darah dipergunakan dalam pembekuan darah dan sangat mudah mengadakan aktivitas metabolik.
Pembekuan Darah, Bila suatu pembuluh darah rusak (luka), darah bersentuhan dengan serabut-serabut kolagen dalam dinding pembuluh darah.Keping darah melekat pada kolagen, semakin lama semakin banyak. Kurang dari satu menit, keping darah menutup daerah yang rusak tadi. Selanjutnya, terjadilah proses pembekuan darah. Trombin muncul dan mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Molekul-molekul fibrin berpolimerisasi membentuk benang-kuat tak larut yang membantu dan memperkuat penumpukan keping darah.
c.       Antikoagulan
Antikoagulan adalah zat yang mencegah penggumpalan darah dengan cara mengikat kalsium atau dengan menghambat pembentukan trombin yang diperlukan untuk mengkonversi fibrinogen menjadi fibrin dalam proses pembekuan. Jika tes membutuhkan darah atau plasma, spesimen harus dikumpulkan dalam sebuah tabung yang berisi antikoagulan. Spesimen-antikoagulan harus dicampur segera setelah pengambilan spesimen untuk mencegah pembentukan microclot. Pencampuran yang lembut sangat penting untuk mencegah hemolisis. Ada berbagai jenis antikoagulan, masing-masing digunakan dalam jenis pemeriksaan tertentu.

1. EDTA ( ethylenediaminetetraacetic acid, [CH2N(CH2CO2H)2]2 )
Umumnya tersedia dalam bentuk garam sodium (natrium) atau potassium (kalium), mencegah koagulasi dengan cara mengikat atau mengkhelasi kalsium. EDTA memiliki keunggulan dibanding dengan antikoagulan yang lain, yaitu tidak mempengaruhi sel-sel darah, sehingga ideal untuk pengujian hematologi, seperti pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, KED, hitung lekosit, hitung trombosit, retikulosit, apusan darah, dsb.
K2EDTA biasanya digunakan dengan konsentrasi 1 - 1,5 mg/ml darah. Penggunaannya harus tepat. Bila jumlah EDTA kurang, darah dapat mengalami koagulasi. Sebaliknya, bila EDTA kelebihan, eritrosit mengalami krenasi, trombosit membesar dan mengalami disintegrasi. Setelah darah dimasukkan ke dalam tabung, segera lakukan pencampuran/homogenisasi dengan cara membolak-balikkan tabung dengan lembut sebanyak 6 kali untuk menghindari penggumpalan trombosit dan pembentukan bekuan darah.
Ada tiga macam EDTA, yaitu dinatrium EDTA (Na2EDTA), dipotassium EDTA (K2EDTA) dan tripotassium EDTA (K3EDTA). Na2EDTA dan K2EDTA biasanya digunakan dalam bentuk kering, sedangkan K3EDTA biasanya digunakan dalam bentuk cair. Dari ketiga jenis EDTA tersebut, K2EDTA adalah yang paling baik dan dianjurkan oleh ICSH (International Council for Standardization in Hematology) dan CLSI (Clinical and Laboratory Standards Institute).

Tabung EDTA tersedia dalam bentuk tabung hampa udara (vacutainer tube) dengan tutup lavender (purple) atau pink seperti yang diproduksi oleh Becton Dickinson.


2. Trisodium citrate dihidrat (Na3C6H5O7 • 2H2O )
Citrat bekerja dengan mengikat atau mengkhelasi kalsium. Trisodium sitrat dihidrat 3.2% buffered natrium sitrat (109 mmol/L) direkomendasikan untuk pengujian koagulasi dan agregasi trombosit. Penggunaannya adalah 1 bagian citrate + 9 bagian darah. Secara komersial, tabung sitrat dapat dijumpai dalam bentuk tabung hampa udara dengan tutup berwarna biru terang.
Spesimen harus segera dicampur segera setelah pengambilan untuk mencegah aktivasi proses koagulasi dan pembentukan bekuan darah yang menyebabkan hasil tidak valid. Pencampuran dilakukan dengan membolak-balikkan tabung sebanyak 4-5 kali secara lembut, karena pencampuran yang terlalu kuat dan berkali-kali (lebih dari 5 kali) dapat mengaktifkan penggumpalan platelet dan mempersingkat waktu pembekuan.
Darah sitrat harus segera dicentrifuge selama 15 menit dengan kecepatan 1500 rpm dan dianalisa maksimal 2 jam setelah sampling.
Natrium sitrat konsentrasi 3,8% digunakan untuk pemeriksaan erythrocyte sedimentation rate (ESR) atau KED/LED cara Westergreen. Penggunaannya adalah 1 bagian sitrat + 4 bagian darah.

3. Heparin
Antikoagulan ini merupakan asam mukopolisacharida yang bekerja dengan cara menghentikan pembentukan trombin dari prothrombin sehingga menghentikan pembentukan fibrin dari fibrinogen. Ada tiga macam heparin : ammonium heparin, lithium heparin dan sodium heparin. Dari ketiga macam heparin tersebut, lithium heparin paling banyak digunakan sebagai antikoagulan karena tidak mengganggu analisa beberapa macam ion dalam darah.
Heparin banyak digunakan pada analisa kimia darah, enzim, kultur sel, OFT (osmotic fragility test). Konsentrasi dalam penggunaan adalah : 15IU/mL ± 2.5IU/mL atau 0.1 – 0.2 mg/ml darah. Heparin tidak dianjurkan untuk pemeriksaan apusan darah karena menyebabkan latar belakang biru.

Setelah dimasukkan dalam tabung, spesimen harus segera dihomogenisasi 6 kali dan dicentrifuge 1300-2000 rpm selama 10 menit kemudian plasma siap dianalisa. Darah heparin harus dianalisa dalam waktu maksimal 2 jam setelah sampling.
4. Oksalat
·         Natrium Oksalat (Na2C2O4)
Natrium oksalat bekerja dengan cara mengikat kalsium. Penggunaannya 1 bagian oksalat + 9 bagian darah. Biasanya digunakan untuk pembuatan adsorbi plasma dalam pemeriksaan hemostasis.
·         Kalium Oksalat NaF
Kombinasi ini digunakan pada pemeriksaan glukosa. Kalium oksalat berfungsi sebagai antikoagulan dan NaF berfungsi sebagai antiglikolisis dengan cara menghambat kerja enzim Phosphoenol pyruvate dan urease sehingga kadar glukosa darah stabil.




















BAB III
PENUTUP
A.    kesimpulan
            Dari semua uraian serta ulasan materi yang ada diatas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1.      Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya.
2.       Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
3.      Fungsi sel darah merah atau Eritrosit adalah mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru.
4.      Fungsi keping darah atau Trombosit adalah memegang peranan penting dalam pembekuan darah.
5.      Fungsi sel darah putih atau Leukosit sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit / bakteri yang masuk ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel).

B.     Saran
Sebagai seorang bidan kita haruslah memahami betul tentang metabolisme darah karena sangat bermaanfaat saat kita melakukan asuhan kebidanan. Disamping itu dapat untuk menambah ilmu pengetahuan kita.





DAFTAR PUSTAKA

·         Diakses pada 16 – 09 – 2014 pukul 13.30 (www.mjumani.net/2013/fungsi -darah-pada-manusia)
·         Diakses pada 17- 09 – 2014 pukul 18.30
·         Diakses pada 17- 09 – 2014 pukul 18.30


Tidak ada komentar:

Posting Komentar